P-Madura United Siapkan Stadion Megah Berkapasitas 40 Ribu

Achsanul Qosasi, Osas, dan Manajer Marketing Joma

TRIBUNSPORT.COM – Persepam Madura United (P-Madura United) tengah menyiapkan stadion baru berkapasitas 35 ribu – 40 ribu di Pamekasan. Upaya itu dilakukan sebagai langkah untuk memenuhi standar klub profesional, disamping untuk menampung suporter P-Madura United. Selama ini, Laskar Sapeh Kerap, julukan P-Madura United menggunakan Gelora Bangkalan yang berkapasitas 15 ribu.

“Stadion baru berkapasitas lebih besar menjadi keharusan buat P-Madura United. Pasalnya, saat divisi utama lalu, rata-rata penonton yang hadir di stadion tidak kurang dari 20 ribu penonton. Saat ini, kami bahkan sudah mengedarkan pendaftaran suporter yang tercatat identitas lengkap, nomor telepon, dana alamat. Dan jumlahnya sangat mencengangkan karena saat ini telah terdaftar 48 orang yang ingin menjadi suporter P-Madura United,” ujar Presiden P-Madura United yang juga manajer tim, Achsanul Qosasi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/11).

Achsanul mengatakan, saat ini pembangunan stadion baru di Pamekasan itu sudah mencapati 70-80 persen. Diperkirakan bulan Maret atau April  2013 itu sudah selesai. Sebelum menggunakan stadion baru itu, P-Madura United akan tetap berkandang di Gelora Bangkalan, yang juga tengah direnovasi untuk menambah kapasitas penonton dari 15 ribu menjadi 20 ribu. Bahkan, manajemen P-Madura United berkeinginan tim besutan Mustaqim ini bisa berkandang di tiga stadion yaitu Pamekasan, Bangkalan, dan Sumenep.

Menurut pria yang juga anggota Komisi VI DPR RI ini, suporter akan menjadi salah satu kekuatan P-Madura United dalam membuktikan eksistensinya di sepakbola Indonesia. Pasalnya, saat ini P-Madura United adalah klub Madura pertama yang tampil di kancah tertinggi kompetisi sepakbola di Indonesia.

“Kami harus bisa mengelola klub dengan manajemen yang baik dan transparan. Disamping itu, kami juga harus bisa mengelola suporter karena dari merekalah kami harapkan sebagian dana operasional tim sebesar Rp 10-15 Miliar bisa terpenuhi. Untuk musim depan, kami perkirakan akan mendapatkan dana dari tiket suporter sekitar Rp4-5 miliar,” ungkap Achsanul.

Perkiraan itu, lanjut Achsanul berdasarkan pemasukan tiket kandang P-Madura United saat berkompetisi di divisi utama musim lalu. Saat itu, meski hanya 12 kali menggelar laga kandang, manajemen P-Madura United mampu mengeruk pemasukan tiket Rp2,1 miliar. Untuk sisa operasional, Achsanul yakin akan bisa menarik sponsor entah itu perusahaan minyak, tembakau, dan perusahaan gas yang ada di Pulau Madura.

“Musim depan dari sekitar 20 laga kandang itu, rasanya wajar bila angka Rp4-5 miliar bisa kami dapat dari suporter. Pasalnya, kami akan bertanding menghadapi tim-tim terbaik Indonesia. Dan keyakinan itu juga didasari fanatisme masyarakat Madura terhadap P-Madura United. Musim lalu saja, saat kami laga kandang, suporter selalu datang dari seluruh seantero Madura. Mereka rela harus naik truk terbuka selama tiga jam untuk bisa menyaksikan penampilan P-Madura United. Fanatisme inilah yang harus kami maksimalkan untuk menambah pemasukan klub,” urai  Achsanul didampingi striker andalan P-Madura United, Osas Marvelous.

Selain mengedarkan pendaftaran suporter, saat ini manajemen P-Madura United juga telah mengedarkan penjualan tiket terusan dari kelas ekonomi, kelas satu, maupun VIP. Disamping itu juga akan dibuat kartu anggota (member card).

“Meski kompetisi masih jauh, saat ini sudah 800 pemesan tiket terusan. Tentunya ini akan menjadi modal kami untuk membangun P-Madura United menjadi sebuah tim yang solid, tidak hanya di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Dan kami telah mendapat dukungan penuh dari 4 kabupaten di Madura. Semua Pemkab akan mendukung kiprah kami, meski tidak melalui jalur APBD,” tandas Achsanul, yang juga putra asli Madura ini.

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*