TRIBUNSPORT.COM – PSSI di bawah pimpinan Djohar Arifin Husin di anggap telah menghianati perjuangan Ir Suratin sebagai pendiri induk organisasi sepakbola di ‘Tanah Air’. Djohar Juga dianggap tidak menjiwai makna para pendiri PSSI.
Hal ini di ungkapkan oleh anggota Komisi X DPR RI, Djamal Aziz dalam Diskusi Sepakbola yang bertema ‘’Tinjauan KLB Dari Sisi Hukum Olahraga’’ di Hotel Atlet Century Senayan Jakarta, Senin, 16 Januari.
“Menurut saya PSSI itu telah mengingkari atau menghianati perjuangan Ir Suratin yang susah payah membangun sepakbola di Indonesia ini, sebelum indonesia merdeka,” ujar Jamal Aziz yang ditunjuk sebagai pengamat sepakbola dalam acara itu.
“Ketua umum PSSI saat ini tidak menjiwai makna para pendiri sepakbola di Indonesia.” tambahnya.
Moderator Diskusi, Jhony Tamaela juga menegaskan bahwa PSSI yang didirikan oleh Ir Suratin pada 1930, intinya adalah sebagai alat perjuangan bangsa dan pemersatu bangsa.
‘’PSSI itu lahir di tengah bangsa Indonesia menghadapi tekanan dan diskriminasi dari kolonial Belanda. Jadi PSSI itu didirikan sebagai alat untuk melawan penjajah. Lalu yang kedua, sebagai pemersatu bangsa. Nah semangat pemersatu ini harus kita jaga karena sangat relevan sampai kapan pun,’’papar Johny.
Menurutnya, PSSI kini terkesan diam dengan polemik dualisme dalam menggelar kompetisi di kasta tertinggi Indonesia.
PSSI memang telah menunjuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) sebagai pengelola kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Sementara 14 klub menyatakan kepercayaannya kepada PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara Indonesia Super League (ISL) dengan alasan hasil Kongres Bali.